BAB
I
PENDAHULUAN
1.1 Latar belakang
Jumlah
spesiaes ikan di dunia sedah teridentifikasi menurut Lagler et al (1977) ada
20.000 spesies, akan tetapi diperkirakan jumlah spesies ikan itu ada 40.000.
Indonesia merupakan Negara maritim yaitu Negara yang ¾ bagiannya merupakan
daerah Laut. Selain perairan laut, ada juga perairan yang juga terdapat di
Negara Indonesia yaitu sungai, danau, dan waduk. Dapat kita bayangkan bahwa
dari banyaknya perairan yang ada di Negara Indonesia akan memiliki sumber daya
perairan yang beranekaragam sehingga dapat diolah baik dari jenis ikan-ikanan
maupun dari hewan-hewan air lainnya.
Spesies
ikan yang terdapat di Provinsi Riau ini diperkirakan mencapai 700 spesies yang
tersebar di empat sungai besar (sungai Rokan, Kampar, Siak, Kampar dan
Indragiri), 11 sungai kecil lainnya dan perairan selat Malaka dan Laut Cina
Selatan.
Perikanan adalah suatu usaha atau
kegiatan manusia untuk memanfaatkan sumber daya perairan, baik tumbuh-tumbuhan
maupun hewan yang hidup pada daerah perairan laut maupun perairan tawar yang
apabila diolah akan menambah sector pendapatan
bagi orang /badan yang mengelola hasil perikanan ini.
Pengetahuan
tentang pengenalan ikan merupakan salah satu aspek yang sangat penting dalam
Ikhtiologi khususnya dalam kegiatan melaksanakan identifikasi, sehingga
berdasarkan data yang telah diuraikan dapat dengan mudah mengelompokkan
jenis-jenis ikan yang masih termasuk satu golongan ataupun pada ikan yang
berlainan jenis maupun golongan. Pengenalan tehadap ikan-ikan dapat juga
dilihat pada morfometrik tubuh ikan.
1.2 TUJUAN MENFAAT
Tujuan
dari praktikum ini adalah untuk mengetahui lebih mendalam tentang penggolongan
ikan berdasarkan bagian-bagian tubuhnya yang terdiri dari bagian tubuh rostral,
caudal, medial, lateral, dorsal, ventral, proximal dan distal terhadap jenis
spesies ikan yang ada di perairan Indonesia baik ikan yang terdapat di perairan
tawar maupu yang terdapat di perairan laut.
Sedangkan
manfaat yang dapat diperoleh dari praktikum ini adalah kita dapat mengenal
morfologi spesies ikan berbeda. Sehingga diharapkan mahasiswa dapat mengenal
morfologi ikan-ikan dari spesies yang berbeda namun masih tergolong ke dalam
satu famili karena adanya kemiripan pada bentuk tubuhnya.Selain itu, mahasiswa
dapat membedakan ikan yang berahang (Gnathostomata) maupun ikan yang tidak
berahang (Agnat
BAB
III
MATERI
METODA
3.1 waktu dan tempat
Praktikum
Ikhtiologi mengenai “morfologi
dan meristik” dilaksanakan pada hari juma’at tanggal 17 april 2015, bertempat di Laboratorium peternakan Universitas jambi.
3.2 materi
Alat yang di
gunakan saat pratikum yaitu tissu , penggaris , kertas double polio ,buku
penuntun pratikum ,alat tulis , talenan , nampan , pisau cater,ikan yang di
gunakan ikan patin ,ikan mas , ikan nila ,ikan lele , ikan tongkol
3.3 metode
Dalam praktikum ini pertama sekali kita mencari ikan yang telah sebutkan
oleh asisten. Ikan yang telah diletakkan di atas nampak diamati. Kemudian
gambar morfologi ikan tersebut dibuku gambar lengkap dengan klasifikasinya dan keterangan bentuk tubuh
serta bagian luar dari tubuh ikan-ikan tersebut. Setelah itu, ukur ikan yang
meliputi TL, SL, dan Bdh. Selanjutnya amati ikan apa saja yang memiliki sirip
tambahan maupun ciri-ciri yang membedakannya dengan ikan lain. Apabila ada
catat pada buku gambar dengan dipandu oleh buku penuntun praktikum yang ada.
Kemudian menggambar morfologi ikan tersebut di buku gambar dengan keterangan. Selanjutnya dikasi deskripsinya
mulai dari kepala sampai ekor. Selanjutnya menuliskan klasifikasi dari
masing-masing ikan.
BAB
II
TINJAUAN
PUSTAKA
Morfologi merupakan ilmu yang mempelajari bentuk luar tubuh
suatu makhluk hidup atau suatu organisme. Pada ikan Morfologi (bentuk
luar) dari ikan ini dapat dilihat secara jelas dan dapat dibedakan
bagian-bagian tubuhnya. Secara historis, morfologi ikan merupakan sumber utama
informasi untuk studi taksonomi dan evolusi.
(Mahardono, 1979)
Tubuh ikan
tersusun atas tiga bagian, yaitu: kepala, batang tubuh, dan ekor. Tubuh
ikan tuna adalah simetri dua, bentuk demikian berarti terdiri atas dua
belahan yang sama, apabila tubuh ikan dibelah dua dari kepala ke ekor dengan
arah punggung perut. Pada ujung depan dari kepala terdapat mulut, diatas mulut terdapat cekung hidung, pada
sebelah menyebelah
kepala terdapat mata, antara bagian kepala dan batang tubuh terdapat
tutup insang. (Mahardono,
1979).
Morfologi
merupakan ilmu yang mempelajari bentuk dan bagian-bagian luar ikan, dan
termasuk bagian-bagian seperti bentuk tubuh, mulut, posisi sirip perut terhadap
sirip dada, bentuk sirip ekor, bentuk linea llateralis serta ciri-ciri khusus
seperti finlet, skute, keel dan sebagainya ( Affandi, 1992).
Badan ikan tuna berbentuk fusiform, menandakan kecepatannya dalam pergerakannya.
Penampang lintang badan ikan tuna pada umumnya berbentuk bulat panjang atau agak membulat (Hardanto, 1979).
Linnea lateralis pada ikan adalah suatu garis pada tubuh yang dibentuk
oleh pori, jadi linnea lateralis ini dapat ditemukan pada ikan yang bersisik
maupun yang tidak bersisik. Bentuk linnea lateralis umumnya bervariasi demikian
juga jumlah sisik yang membentuk linnea lateralis (Manda,et.al, 2013).
Sirip pada ikan terdiri dari sirip punggung atau
dorsal (D), sirip dada atau sirip pectoral (P), sirip perut atau sirip ventral
(V), sirip anus atau anal (A), dan sirip ekor atau sirip caudal (C), dari
kelima sirip tersebut ada yang bersifat ganda seperti sirip perut dan sirip
dada, ada juga yang bersifat tunggal seperti sirip punggung dan sirip ekor.
Tidak semua jenis ikan yang ada dimuka bumi mempunyai kelima sirip tersebut
secara sempurna, melainkan ada yang tidak sempurna atau lengkap. Jari jari sirip
pada kelima sirip tersebut ada yang disebut jari jari lunak, jari jari keras,
jari jari lemah mengeras (Manda et al, 2013).
Menurut Kottelat et al (1992 dalam Martuah, 2011),
bentuk badan ikan dapat memberikan informasi yang meyakinkan mengenai ekologi dan
perilakunya. Sistim anatomi ikan secara garis besar
dapat dikatakan sama, tetapi karena habitat atau tepat hidupnya berbeda, tidak
jarang sistim anatomi ikan terssebut dapat termodifikasi baik bentuk dan
fungsinya.
BAB
IV
PEMBAHASAN
Dalam pratikum kali ini ikan yang di
amati di tentukan oleh asdos untuk di amati. Adapun Jenis-jenis ikan yang
dipilih oleh penulis dalam pratikum ini
adalah sebagai berikut:
1.
MORFOLOGI
a.
Morfologi
ikan patin
Bentuk tubuh ikan patin ini sangat berfariasi yaitu
mempunyai pola dasar yaitu : kepala ,badan ,ekor.
Bentuk
kepala ikan patin hampir menyerupai ikan lele , berbentuk picak dan letak mulut atau posisi mulutnya
berbentuk interior.sungut ikan berfungsi sebagai alat peraba dalam mencari
makanan , sungut disini berbentuk imperior
, sungut ikan patin disini berbentuk rambut , bentuk badan bagian depan
menyerupai depreset tetapi berbentuk ke
seluruhan menyerupai compreset , bentuk
ekor berupa forked (berjagak)
b.
Morfologi
ikan nila
Bentuk tubuh agak memanjang dan
pipih ke samping, warna putih kehitaman dan warnanya semakin terang kea rah
bagian ventral atau perut.
Pada tubuh terdapat garis-garis vertikal
berwarna hijau kebiruan, sedangkan pada sirip ekor terdapat delapan buah
garis-garis melintang yang ujungnya berwarna kemerah-merahan. Mata tampak
menonjol agar besar dan di tepinya berwarna hijau.
Letak mulut terminal atau di ujung
tubuh. Posisi sirip perut terhadap sirip dada adalah thoracic. Garis rusuk
(Linea lateralis) terputus menjadi dua bagian, letaknya memanjang di atas sirip
dada
c.
Morfologi
ikan mas
- Ikan mas ini memiliki bentuk tubuh yang panjang dan pipih atau biasa di sebut dengan sebutan comprossed,
- Belahan mulut nya terdapat pada bagian depan kepala nya atau lebih tepat nya berada pada bagian ujung hidung nya,
- Gigi kerongkongan nya terdapat pada ujung mulut bagian dalam nya,
- Ada nya dua pasang sungut pada wilayah anterior nya,
- Pada seluruh bagian tubuh nya di selimuti oleh sisik,
- Sisik ikan mas ini memiliki ukuran yang besar, jika di bandingkan dengan sisik ikan yang lain akan sangat terlihat perbedaan nya,
- Bentuk ekor ikan mas ini memiliki bentuk yang berlekuk tunggal,
- Memiliki sirip punggung yang memanjang,
- Letak sirip punggung nya berseberangan dengan letak sirip perut nya,
- Letak sirip perut nya sangat dekat dengan sirip dada nya,
- Terdapat operculum dan properkulum pada sirip dada nya,
- Untuk menampung makanan, ikan mas menggunakan lambung palsu nya,
- Insang ikan mas terdiri dari beberapa bagian seperti tulang lengkung insang, tapis insang, dan lembaran daun insang.
Karakteristik morfologi ikan mas di atas itu adalah karakteristik
yang umum dan biasa di jumpai pada ikan mas pada umum nya, namun ada juga
sebagian kecil dari jenis ikan mas ini yang tidak memiliki karakteristik
morfologi seperti itu.
d.
Morfologi
ikan tongkol
Ikan tongkol tergolong ikan
Scombridae, bentuk tubuh seperti betuto, dengan kulit yang licin . Sirip dada
melengkung, ujungnya lurus dan pangkalnya sangat kecil. Ikan tongkol merupakan
perenang yang tercepat diantara ikan-ikan laut yang berangka tulang.
Sirip-sirip punggung, dubur, perut, dan dada pada pangkalnya mempunyai lekukan
pada tubuh, sehingga sirip-sirip ini dapat dilipat masuk kedalam lekukan
tersebut, sehingga dapat memperkecil daya gesekan dari air pada waktu ikan
tersebut berenang cepat. Dan dibelakang sirip punggung dan sirip dubur terdapat
sirip-sirip tambahan yang kecil-kecil yang disebut finlet.
2. Meristik
merisstik ikan tongkol
|
Total panjang
|
26 cm
|
|
Panjang baku
|
25 cm
|
|
Panjang kepala
|
6 cm
|
|
Panjang di depan sirip dorsal
|
8 cm
|
|
Panjang batang ekor
|
1,5 cm
|
|
Panjang hidung
|
0,5 cm
|
|
Panjang ruang antar mata
|
1 cm
|
|
Panjang kepala dibelakang mata
|
3 cm
|
|
Panjang kepala di depan mata
|
1,5 cm
|
|
Panjang antara mata dengan reoperkulum
|
3,5 cm
|
|
Panjang rahang atas
|
1,5 cm
|
|
Panjang rahang bawah
|
1,5 cm
|
|
Panjang dasar sirip dorsal
|
3cm
|
|
Panjang dasar jari jari keras sirip dorsal
|
1cm
|
|
Panjang dasar jari jari lemah sirip dorsal
|
2cm
|
|
Panjang dasar sirip anal
|
1,5cm
|
|
Panjang jari jari keras sirip anal
|
1 cm
|
|
Panjang jari jari lemah sirip anal
|
1 cm
|
|
Tinggi kepala
|
4,5cm
|
|
Tinggi pipi
|
3,5cm
|
|
Tinggi sirip dorsal
|
2 cm
|
|
Tinggi sirip anal
|
1 cm
|
|
Lebar badan
|
3cm
|
|
Lebar kepala
|
2,5cm
|
|
Lebar meta
|
1,5cm
|
|
Lebar bukaan mulut
|
1,5cm
|
|
Panjang dasar jari jari keras sirip ventral
|
1 cm
|
|
Panjang dasar jari jari lemah sirip ventral
|
0,5 cm
|
Meristik ikan sarden
|
Panjang total
|
19 cm
|
|
Panjang baku
|
16,5 cm
|
|
Panjang kepala
|
4,5 cm
|
|
Panjang di depan sirip
dorsal
|
9 cm
|
|
Panjang batang ekor
|
2,5 cm
|
|
Panjang hidung
|
1,5 cm
|
|
Panjang ruang antar mata
|
1 cm
|
|
Panjang kepala dibelakang
mata
|
2 cm
|
|
Panjang kepala didepan
mata
|
1,9 cm
|
|
Panjang antara mata dengan
preoperculum
|
3 cm
|
|
Panjang rahang atas
|
1,5 cm
|
|
Panjang rahang bawah
|
0,5 cm
|
|
Panjang dasar sirip dorsal
|
2,5 cm
|
|
Panjang dasar jari jari
keras sirip dorsal
|
1,6 cm
|
|
Panjang dasar jari jari
lemah sirip dorsal
|
0,5 cm
|
|
Panjang dasar sirip anal
|
2 cm
|
|
Panjang jari jari keras
sirip anal
|
1,5 cm
|
|
Panjang jari jari lemah
sirip anal
|
0,5 cm
|
|
Panjang sirip vectoral
|
1,5 cm
|
|
Panjang sirip ventral
|
2,5 cm
|
|
Tinggi di bawah mata
|
1 cm
|
|
Tinggi badan
|
4 cm
|
|
Tinggi batang ekor
|
0,8 cm
|
|
Tinggi kepala
|
2,5 cm
|
|
Tinggi pipi
|
2 cm
|
|
Tinggi sirip dorsal
|
1,5 cm
|
|
Tinggi sirip anal
|
1,5 cm
|
|
Lebar badan
|
4 cm
|
|
Lebar kepala
|
3 cm
|
|
Lebar mata
|
1 cm
|
|
Lebar bukaan mulut
|
1 cm
|
|
Panjang jari jari keras sirip ventral
|
2,5 cm
|
|
Panjang dasar jari jari lemah sirip ventral
|
1 cm
|
Meristik
ikan sarden :
|
Jumlah jari jari sirip
dorsal
|
12
|
|
Jumlah jari jari sirip
anal
|
8
|
|
Jumlah jari jari sirip ventral
|
10
|
|
Jumlah jari jari sirip
pectoral
|
8
|
|
Jumlah jari jari sirip
caudal
|
10
|
BAB
V
PENUTUP
5.1 KESIMPULAN
Dari hasil pengamatan yang dilakukan
pada percobaan ciri morfometrik dan meristik makan dapat disimpulkan bahwa :
1. Ciri
morfometrik adalah ciri yang berkaitan dengan ukuran tubuh ikan .
2. Ciri
meristik adalah ciri yang berkaitan dengan jumlah bagian tubuh ikan. Yakni
perumusan jari-jari sirip dorsal .
5.2 SARAN
Sebelum melakukan praktikum,
hendaknya praktikan sudah menguasai dan memahami teori yang akan di
praktikumkan atau cara untuk melakukan praktikum tersebut. Dan dalam melakukan
praktikum, praktikan hendaknya melakukan pengamatan secara spesifik dan
berhati-hati, agar tidak terjadi kesalahan dalam pengidentifikasian dan dapat
memperoleh hasil yang sebenarnya .

Tidak ada komentar:
Posting Komentar